Rental Mobil Jogja

Rental Mobil Jogja oleh Guntur Sakti Trans.

rental-mobil-jogjaGuntur Sakti Trans Merupakan Layanan Transportasi yang sudah berpengalaman puluhan tahun dalam dunia rental mobil. Guntur Sakti Trans menyediakan jasa Rental Sewa Mobil Jogja dengan harga yang murah, pelayanan bersahabat. Kenyamanan perjalanan Anda adalah tujuan utama Guntur Sakti Trans sebagai penyedia layanan rental mobil jogja.

Banyak sekali layanan rental mobil di jogja, kenapa Anda harus memilih kami?
Disamping harga yang murah dan layanan yang bersahabat kami juga memiliki armada yang cukup sebagai pilihan utama anda. Armada kami selalu dirawat dengan rutin yang dikerjakan oleh mekanik yang berpengalaman menjadikan kami sebagai pilihan utama anda dalam perjalanan wisata atau bisnis anda.

Hal lain adalah tentang waktu, bagi kami ketepatan waktu dalam melayani pelanggan adalah salah satu prioritas kami. Jadi jangan ragu, bila anda ke Jogja hubungi kami rental mobil jogja Guntur Sakti Trans.

Hubungi kami sekarang juga:
Rental Mobil Jogja Guntur Sakti Trans

0274-6464-258 / 0813-2825-2625 / 0878-3838-2828 / 0857-430-456-30.

Sewa / Rental Mobil di Yogyakarta

Gudeg Manggar

Lokasi : Kecamatan Srandakan

oleh-gudeg.jpgYogyakarta sering disebut sebagai Kota Gudeg. Dari kota inilah gudeg mulai menyebar ke seluruh Nusantara dan menjadi sajian populer. Bahan dasar gudeg adalah nangka muda ataut gori dalam bahasa Jawa. Gudeg hadir dalam dua versi, yaitu: kering dan basah.

Khusus di daerah Bantul, ada jenis gudeg lain yang populer, yaitu gudeg manggar. Manggar adalah putik bunga kelapa muda yang dipakai sebagai bahan utama menggantikan nangka muda.

Secara umum, gudeg manggar mempunyai citarasa yang sama dengan gudeg nangka muda. Ini disebabkan karena bumbu-bumbu yang dipakai persis sama. Bedanya adalah pada tekstur nangka muda yang lebih empuk, sedangkan manggar bertekstur lebih krenyes-krenyes. Seperti halnya gudeg, gudeg manggar pun biasanya disandingkan dengan berbagai lauk-pauk, seperti: opor ayam berkuah kental, sambal goreng krecek (krupuk kulit), tahu dan tempe bacem, dan lain-lain. Ada pula yang menambahkan blondo (tahi minyak) atau areh (kepala santan kental) untuk membuatnya lebih gurih. Jangan lupa rempeyek, krupuk kulit, atau krupuk lain sebagai pendamping yang memperkaya tekstur kelengkapan sajian ini.

Jadi sepertinya makanan yang satu ini wajib untuk dijadikan oleh-oleh saat berkunjung ke Bantul.

Kerajinan Kulit

Lokasi : Desa Sabdodadi, Kecamatan Bantul

tas kulit.jpgSaat berlibur ke suatu daerah pastinya kita tidak lupa untuk membeli oleh-oleh khas daerah itu. Tak lain juga jika anda kebetulan sedang berlibur ke kota Yogyakarta dan sekitarnya jangan sampai anda melewatkan untuk membeli buah tangan khas kota Yogyakarta ini. Di salah satu daerah Bantul terdapat pusat sentra kerjinan dari kulit yaitu daerah manding.

Sentra Kerajinan Kulit Manding Bantul ini menyediakan barang-barang dari kulit yang berkualitas tinggi dan awet. Beberapa produk dari Sentra Kerajinan Kulit Manding Bantul anatara lain tas kulit, sepatu kulit, jaket kulit, dan aksesoris yang lainnya tentunya dengan harga terjangkau dan lebih murah dari daerah yang lainnya.

Sentra Kerajinan Kulit Manding Bantul membuat barang dengan mengikuti tren yang sedang booming, sehingga terkesan modern dan elegan. Di kawasan Sentra Kerajinan Kulit Manding Bantul anda dapat memilih barang kesukaan anda, selain itu juga banyak toko yang menyediakan berbagai kerajinan dari kulit, bahkan anda dapat melihat secara langsung proses pembuatan dari kulit. Kualitas barang hasil dari Sentra Kerajinan Kulit Manding Bantul ini sudah terbukti kuat dan tahan lama.

 

Gerabah Kasongan

Lokasi : Desa Bangunjiwi, Kecamatan Kasihan

oleh-oleh gerabah.jpgSelain Malioboro, tempat lain yang bisa dijadikan tempat hunting oleh-oleh khas Yogyakarta adalah Desa Wisata Kasongan yang adanya di Bantul, bagian selatan dari Kota Yogyakarta. Di tempat ini terdapat berbagai oleh-oleh seperti hiasan, alat kebutuhan sehari-hari, dan cinderamata yang terbuat dari tanah liat yang sangan unik dan menarik.

Untuk bisa mencapai tempat ini membutuhkan waktu perjalanan sekitar 30 menit karena lokasinya yang berada 10 km dari pusat kota. Namun, hal tersebut tidak membuat tempat ini sepi pengunjung, buktinya ketika akhir pekan dan liburan, tempat selalu ramai oleh pengunjung. Oleh-oleh yang ditawarkan tempat ini seperti guci, pot bunga, kendi, dan masih banyak lagi.

Barang lainya yang bisa ditemukan di tempat ini adalah hiasan dinding, miniatur becak atau candi, asbak, vas bunga, dan lainnya. Untuk soal harga, berkisaran antara puluhan ribu hingga ratusan ribu. Dan semakin banyak barang yang Anda beli, maka semakin besar diskon yang akan Anda dapat. Barang di Kasongan berkualitas ekspor, tetapi meski begitu kita tetap harus cermat dalam membeli.

Nah jika Anda sedang berlibur di Yogyakarta, sempatkanlah singgah ke Desa Wisata Kasongan Yogyakarta untuk mendapatkan oleh-oleh khas yang menarik. Selamat berburu gerabah cantik.

Peyek dan Geplak Mbok Tumpuk

Lokasi : Jl. Wakhid Hasyim No. 104

Jika berada di daerah Bantul tentu sayang rasanya jika Anda melewatkan Toko Mbok Tumpuk. Toko oleh-oleh ini didirikan oleh Mbok Tumpuk di tahun 1975. Peyek dan geplak merupkanan oleh-oleh khas Mbok Tumpuk dan diproduksi sendiri oleh Mbok Tumpuk.Tumpuk ialah nama asli pemberian orang tua perempuan yang kini jadi legenda kuliner Jogja bernama geplak dan peyek tumpuk.

Peyek :

Peyek adalah cemilan yang berbahan dasar kacang tanah, tepung beras, tepung pati, santan dan perpaduan bumbu yang khas yang diuleni kemudian digoreng, dengan rasanya yang gurih tentu saja. Bisa digunakan untuk laik makan, bisa juga dimakan sebagai camilan sehari-hari. Jika umumnya peyek hanya berbentuk lingkaran yang tipis, dimana terkadang kacangnya pun bisa dihitung dengan jari, berbeda dengan peyek Mbok Tumpuk. Peyek Mbok Tumpuk sangat terkenal karena bentuknya sangat tebal, dan padat dengan kacang tanah. Walaupun bentuknya tebal, namun peyek ini sangat empuk. Dikarenakan pemakaian santan yang cukup mendominasi.

Peyek-Tumpuk.jpg

Pembuatannya pun cukup sederhana. Tepung yang sudah diberi bumbu dicampur santan dan kacag tanah, aduk terus hingga terbentuk adonan siap goreng. Selanjutnya digoreng sebanyak 3 kali. Penggorengan pertama dilakukan untuk melakukan pembentukan peyek. Selanjutnya dimsukkan ke wajan yang kedua, dengan tujuan untuk melakukan penggorengan hingga kering. Setelah melalui 2 kali penggorengan peyek selanjutnya diangin-anginkan selama 1 hari. “Soalnya itu kan peyeknya tebal, jadi butuh satu hari untuk membuat peyek benar-benar kering dan minyaknya berkurang,” tutur Marni yang sudah puluhan tahun bekerja di Toko Mbok Tumpuk. Tak berhenti sampai di sini, peyek yang sudah diangin-anginkan akan melalui tahap penggorengan yang ketiga atau terakhir agar peyek benar-benar menjadi renyak ketika dimakan.

 

Geplak :

Makanan yang berbahan dasar kelapa dan gula ini bentuknya sangat sederhana, pembuatnnya pun cukup mudah, namun rasanya sangat legit. Yang dilakukan pertama kali adalah mengupas kelapa muda, kemudian memerasnya. Selanjutnya santan yang dihasilkan dimasak bersamaan dengan gula pasir dan parutan kelapa tadi, kemudian di aduk, dan dimasak diatas tungku. Lagi-lagi proses pemasakan ini juga menggunakan kayu dan tempurung kelapa. Selama dimasak, adonan terus diaduk hingga kurang lebih 4 jam. Setelah tercampur cukup rata dan bisa dibentuk, adonan diturunkan dari tungku kemudian diberi aroma lalu dibentuk bulat-bulat, dan diangin-anginkan selama 10 menit. Jadilah cemilan yang menggoda lidah

geplak.jpg

Nah buat anda yang ingin membawa oleh-oleh dari Bantul silahkan mampir ke Toko Mbok Tumpuk.

Mie Des Pundong

Mie Des Pundong –  Jl. Srihardono Kecamatan Pundong

miedes.jpgMieDes pertama kali diperkenalkan pada tahun1960an dipelopori oleh Alm. Bapak Pawiro Sentono alias Gutik. Miedes merupakan masakan yang murni berasal dari kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Mie Des adalah kependekan kata dari bakmi pedes, makanan khas masyarakat Pundong yang terbuat terbuat dari pati ketela. Rasanya lebih kenyal, ukurannya lebih besar dan bentuknya juga berbeda, karena mie ini dibuat dengan cara diiris bukannya digiling seperti bakmi pada umumnya. Asal kata MieDes adalah Bakmie Pedes, karena pada awalnya memang disajikan dengan citarasa yang pedas, dan juga hanya dimasak dengan digoreng (MieDes Goreng). Namun, seiring dengan perkembangan dunia kuliner saat ini dan permintaan pasar, maka MieDes bisa disajikan dengan cara dan rasa yang berbeda. Yaitu dengan digoreng (MieDes Goreng) dan direbus (MieDes Rebus/Godhog). Selain itu, untuk rasanya pun sudah dik

Bakmi Pele

Bakmi Pele – Dusun Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan

bakmi pelee(1).jpgBakmi Pele Sembungan ini berdiri sejak tahun 2009. Merupakan cabang dari warung bakmi Pak Pele yang sudah terlebih dahulu terkenal di Alun-Alun Utara Yogyakarta. Cabang yang berada di Sembungan ini di kelola oleh Bapak Kiryadi, yang merupakan anak Bapak Suharjiman sang pemilik. Tempat makan disini cukup luas. Bangunan serta hiasan-hiasan dalam ruang yang kental dengan nuasansa Jawa akan membuat kita merasa nyaman. Disini terdapat beberapa menu yang ditawarkan, yaitu bakmi goreng, bakmi godhog (rebus) dan bakmi nyemek (bakmi rebus dengan kuah sedikit).

Bakmi Mbah Mo

Bakmi Mbah Mo – Desa Code, Trirenggo

mbah mo(5).jpgDirintis sejak tahun 1986 oleh Atemo Wiyono alias Mbah Mo. Lokasi warung Bakmi Mbah Mo dipelosok, tetapi setiap hari warung ini tak pernah sepi dari pembeli. Sebagian tamu bahkan ada yang dari luar kota Yogyakarta. Terkadang kita harus antri lama karena bakmi di warung ini dimasak satu persatu dengan tungku arang, jadi tidak bisa dibuat banyak sekaligus. Tungkunya hanya ada dua. Jika dilihat dari tampilannya, Bakmi Mbah Mo terlihat biasa saja, sama dengan bakmi pada umumnya. Tetapi setelah kita rasakan kuah bakminya begitu gurih dan menyegarkan. Tidak ada bahan khusus yang digunakan dalam pembuatan bakmi ini. Bumbu yang digunakan seperti biasa, ada bawang merah, bawang putih, kemiri dan garam. Penggunaan bahan pilihan seperti ayam kampung dan telur bebek yang menghadirkan citarasa bakmi Jawa yang istimewa. Bahan tambahannya berupa kol, daun bawang, daun seledri, dan taburan bawang merah goreng. Ada 3 jenis bakmi Jawa yang tersedia disini, yakni bakmi goreng, bakmi godog / rebus, dan bakmi nyemek (bakmi rebus dengan kuah yang sedikit).

Sate Klathak Pak Pong

Sate Klathak Pak Pong – Jl. Imogiri Timur KM10 (timur stadion Sultan Agung)

sate pak pong(2).jpgBicara tentang kuliner Jogja, apalagi kabupaten Bantul, tentu kurang lengkap tanpa Sate Klathak Pak Pong. Buat para penggemar sate tentu sudah tidak asing lagi dengan sate yang satu ini. Yang membuat sate klathak berbeda dari sate yang lain adalah cara pengolahan, bumbu dan penyajiannya. Bumbunya tidak menggunakan bumbu kacang maupun kecap, tetapi hanya dibumbui dengan garam dan merica. Tak seperti sate pada umumnya, sate klathak ini ditusuk dengan jeruji sepedea yang terbuat dari besi. Satu porsi sate klathak hanya terdiri dari dua tusuk sate yang ditambah dengan kuah seperti tongseng. Sate klathak Pak Pong sudah dikenal. bahkan merupakan langganan artis yang kebetulan syuting di Yogyakarta. Setiap hari warung sate ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Dengan area yang cukup luas dan nyaman untuk para tamu yang membawa keluarga. Yang paling mencolok adalah dapur yang terletak warung. jadi pengunjung dapa langusng melihat proses pembuatannya.

Design a site like this with WordPress.com
Get started